Jumat, 19 Juni 2009

IPA or IPS ??

Akhirnya ...
Selesai juga ujian..
Rasanya legaa sekali. Selama dua minggu terakhir otak terus terkuras memikirkan 17 materi pelajaran yang diujikan. Dan sekarang,aku bisa lebih bersantai. Tinggal menunggu hasilnya saja yang akan dibagikan tanggal 27 mendatang.
Tapi sebenarnya nggak begitu santai sih sekarang,karena masih ada season keduanya. Yaitu:Remedial. Bagi yang nilainya belum mencukupi standar ketuntasan,akan diberi kesempatan untuk menambah nilai. Lagi-lagi otak juga terkuras. Mana aku banyak lagi remedialnya

Sekarang sih sedang memikirkan nasib ke depan. Aku naik nggak ya? Mudah-mudahan, AMIN, naik kelas bersama teman-teman yang lain..
Nah,kalau udah bicara naik-naikkan kelas,sekarang aku masih bingung memikirkan pengambilan jurusan nanti.IPA atau IPS?
Aku sendiri sih sebenarnya mengakui otakku ini cuma mampu di IPS.Bayangkan,semua nilai pelajaran EKSAKTA-ku hancur! Kecuali Biologi. Yeah. Dari pada nggak ada sama sekali.Agak kaget juga sih,waktu dengar aku nggak remedial Biologi,DAN nilaiku yang paling tinggi di kelas


Entah ada setan jenis apa yang masuk di tubuhku waktu itu

Balik lagi ke cerita,sebenarnya Ayah sama Mama nggak ada maksa buat masuk ke IPA atau IPS. Mereka cuma kasih saran aja. Selebebihnya urusanku. Walaupun Ayah sama Mama pengin anaknya jadi dokter. Wew,padahal aku sama sekali nggak niat jadi dokter dari dulu! Gimana mau jadi dokter, kalau lihat darah aja ketakutan setengah mati. Setiap melihat ambulance pasti tutup mata


Masalah pengin jadi apa nanti,aku sih penginnya jadi penulis. Atau fashion designer. Atau juga psikolog,dan ATAU juga yang berhubungan dengan dunia politik. Jadi kalau dilihat dari cita-citaku ini,mungkin memang akan lebih bijaksana kalau aku memilih masuk ke jurusan IPS.Ya nggak?



Sabtu, 06 Juni 2009

ayo semangat teman-teman !

Ujian tinggal di depan mata ...
Ya ampun, benar-benar nggak nyangka, hari itu terasa sangat cepat berjalan. Rasanya baruu saja semalam aku masuk di sekolah Harapan tiga, sekarang sudah sudah mau naik ke jenjang yang lebih tinggi
Naik ke kelas sebelas. Ujian tinggal menghitung hari. Dan persiapan sudah kubuat matang-matang dari jauh-jauh hari. Yah, semoga aku bisa naik kelas bersama teman-teman lainnya. AMIN.

Tapi, disisi lain, aku merasa sedih. Karena sepertinya aku bakalan pindah dari sekolah itu. Dulu, waktu pertama kali masuk ke Harapan Tiga, rasanya kesaaal banget
Lihat gurunya lah, teman-temannya lah! Tapi lama-kelamaan, aku mikir mau keluar dari sekolah itu, terus nggak bisa lagi melihat guru-guru yang aku sebal itu, terus teman-teman yang ribut di kelas itu... rasanya sedih.. Berat meninggalkan semuanya. Aku merasa sudah seperti saudara dengan mereka. Apalagi ada beberapa teman yang pindah juga. Makin bertambah sedihku ...

Nanti kalau aku pindah... nggak bisa lagi melihat pemandangan bukit sibayak dari lantai empat sekolah, nggak ada lagi lapangan bola, basket, badminton, voli... nggak akan ada sekolah yang punya fasilitas selengkap itu ...

Teman-teman semua, semoga kita bisa berjumpa lagi ya
Aku sayaaang kalian semua
Oh, god, kenapa penyesalan itu selalu datang belakangan ???